Anjas Asmara nama yang di berikan sang Ayah Jum'at pagi tanggal 16 Maret 1990. Ia lahir begitu mudah dan amat sangat lucu, berkulit putih, rambut lurus, dan gemuk. 7 tahun kemudian Ia mulai duduk di bangku SD, tak mau makan TK di karenakan si Anak sudah pandai membaca ketika itu.
Mendapatkan gelar murid teladan ketika SD, Ia pernah meraih tiga kali rangking kelas yakni pertama usai kelas II kemudian kelas IV dan terakhir kelas V. Sayangnya kelas VI Ia tak mendapatkan rangking, maklum banyak saingan dari kaum hawa. Usia yang ke-13 Ia mulai memasuki jenjang berikutnya. Tak mudah putus asa dan tetap semangat itulah yang mendorong sosok anak berbintang Pisces ini untuk meraih prestasinya yang hampir terkejar oleh rekannya. Terus belajar, belajar, dan belajar mungkin itu kata-kata yang ada di kepalanya. Cium tangan, pamit, berangkat, dan sekolah itu dan itu yang Ia lakukan hampir tiap hari. Sampai ada tiga perempuan yang meliriknya pun Ia abaikan begitu saja. Hebat bukan pria ini? Akhirnya usaha yang Ia peroleh tidak sia-sia, cowok yang sering di panggil ketua kelas ini mendapatkan Rangking ke-3, dan Ia pun duduk di kelas 2.01 yakni kelas terfavorite diantara 11 kelas yang lainnya. Di sinilah Ia mulai terkena Virus pergaulan anak zaman sekarang, eiisstzz...jangan negative thinking dulu. Maksudnya Ia mulai berani untuk mendekati lawan jenisnya dan memulai dunia Remaja yang biasa di sebut Cinlok (Cinta Lokasi). Di sini pula prestasinya mulai ngedown dan akhirnya Ia harus meninggalkan kelas favoritenya itu saat kenaikkan kelas. Kelas 3 SMP si anak ini semakin menjadi, dan Ia sering berduaan dengan lawan jenisnya, wah..mulai pacaran ni. Tapi ga lama ko, kurang lebih 3 bulan Ia pacaran lalu bubar. Kocak juga ya? Namanya juga cinta monyet.
Memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi lagi si anak memilih untuk sekolah teknik. Yakni STM/SMK, Ia sekolah di SMKN 1 Cikarang Barat mengambil jurusan Teknik Pemesinan. Seru banget nih sekolah teknik, tapi sayang minim cewe. Ya namanya juga STM mayoritas batangan semua. Eh tapi seru lho. Kebersamaannya kuat, makan bareng, becanda bareng, gila-gilaan bareng, sampai membolos bareng juga. Pokoknya 3 tahun sekolah rasanya sebentar. Kelas 1 Ia pernah di pukul guru matematika dikarenakan mencoret-coret tembok kelas dengan kapur, padahal cuma kapur lho. Jangan di tiru ya teman-teman! Terus kelas 2 Ia pernah mukul kaca jendela dengan tangan kirinya. Tak di sangkanya pecah berhamburan dan semua teman-temannya terkejut kaget. Pas Ia lihat ternyata tangan kirinya berdarah. Iiiih...padahal biasa aja mukulnya. Di kelas 3 ini dia alim, hanya saja sering telat masuk kelas.
Walaubagaimanapun Ia tetap menjabat sebagai sekretaris yang di percaya oleh Wali kelasnya. Hebat juga..hoby nya jadi di salurkan buat mengisi ruang kelas yang sedang sepi di saat Guru tak hadir. Ia pun menggantikan posisi Guru dengan menulis materi yang telah diberikan oleh Guru Piket. Kalo di pikir sih cape juga, tapi di bawa enjoy aja..alhasil pekerjaan terasa ringan. Tapi tetep aja saya sering mengeluh. Suatu hari pas pelajaran CNC (Computer Numerik Control) berhubung guru nya kurang nyaman dan tak pernah lepas dari sikap serius kami pun berniat untuk membolos satu kelas. Wah heboh nih kita beneran membolos. Daaaan keesokan hari nya kami semua di hukum, di suruh melepas seragam tp hanya telanjang dada saja. Kemudian di pangkas grepes, asal-asalan lalu di suruh lari keliling lapangan sekolah dengan rambut botak ta beraturan. Terbayang gimana rasanya pada saat itu semua menjadi satu. Tawa, haru, sedih, kocak. Dan sampai sekarang kami mengabadikan file di hari itu berupa foto & video. Malah mau di upload tuh video ke youtube, tapi nanti takut jadi salah faham dan masalah besar.
Satu hal yang tak mudah terlupakan ketika acara perpisahan tiba. Satu sekolah pergi ke daerah Bandung, dan kita semua mengadakan perpisahan di Kota Kembang ini. Senang-senang ketika di perjalanan dan begitu tiba di aula Bandung kita di sambut dengan hiburan yang berupa tarian, karaoke, dan ada mojang Bandung nya juga..hehe. Acara belum selesai, usai makan siang lalu shalat dzuhur kami seluruh keluarga besar SMKN 1 CIKARANG BARAT menggelar sungkeman satu per satu. Di sinilah isak tangis mulai berasa. Rasa nya kami ga rela melepas kenangan ini bersama rekan-rekan dan semua guru tercinta. Sayang dalam acara ini kami tidak sempat mengabadikan via video, hanya saja foto yang kami punya. Dan selanjut nya kami pulang alhamdulillah dengan keadaan selamat.
Untuk di ingat, bahwasanya teman adalah segalanya, jangan sesekali kita mencoba untuk melupakan apa lagi menghapus dari memory kita.
Salam untuk semuanya :)
bersyukurlah dengan segala yang kau dapatkan..
BalasHapusamin ya Rabb.. Iya makasih ya cha.. :)
BalasHapus